WhatsApp Mulai Cari Duit, bakal Penuh Iklan?

WhatsApp-iklan-duitMeski populer dan digunakan banyak orang, WhatsApp hingga saat ini tidak memonetisasi layanannya. Namun dalam waktu dekat, aplikasi chat milik Facebook ini akan melakukannya.

Dikutip dari Recode, Senin (24/7/2017), indikasi itu terlihat dari langkah terbaru yang dilakukan WhatsApp, yakni mencari staf yang nantinya berperan menghasilkan duit dari layanan tersebut.

Perusahaan yang punya lebih dari 200 karyawan ini, baru-baru ini mem-posting tiga lowongan pekerjaan yang berhubungan dengan bisnis produk yang sebelumnya tidak ada di WhatsApp. Salah satu staf yang memimpin pengembangan produk dengan mempertimbangkan upaya monetisasi.

Dalam deskripsi lowongan tersebut, WhatsApp mencari kandidat yang punya pengalaman untuk urusan pembayaran dan pencarian. Sumber yang tidak disebutkan namanya menyebutkan, WhatsApp fokus membuat fitur khusus untuk negara-negara seperti India dan Brasil.

WhatsApp sendiri tidak banyak bicara mengenai rencana bisnisnya. Layanan chat yang identik dengan dengan warna hijau ini hanya menyebutkan, upaya monetisasinya ini tidak seperti iklan.

Sumber lain menyebutkan, apa yang akan dilakukan WhatsApp mirip dengan layanan Business Chat yang baru-baru ini diumumkan Apple. Layanan ini memungkinkan pengguna berkomunikasi untuk kepentingan bisnis, mendapatkan jawaban atas pertanyaan, penyelesaian masalah dan menyelesaikan transaksi. Facebook selaku perusahaan induk WhatsApp, juga punya layanan semacam ini melalui aplikasi Messenger.

“Seperti berkomunikasi dengan bank, apakah transaksi yang Anda lakukan penipuan atau bukan, atau berbicara dengan maskapai penerbangan untuk menanyakan penerbangan yang delay,” kata CEO WhatsApp Jan Koum sedikit memberikan gambaran mengenai rencananya.

“Di zaman sekarang, kita mendapatkan pesan dari mana saja, melalui pesan teks atau telepon. Jadi kami ingin menguji fitur baru yang memudahkan semuanya bisa dilakukan di WhatsApp, sambil memberikan Anda pengalaman baru dalam chat tanpa diganggu iklan atau spam,” tutupnya.

Sumber : Detik.com