Kediri gelar tari kolosal 1.000 barong

tari-kolosal-barongKediri – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar atraksi seni budaya berupa tari kolosal 1.000 barong Nusantara di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) kabupaten setempat, dalam rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2017.

Wakil Bupati Kediri Masykuri mengemukakan kegiatan tari kolosal ini diselenggarakan dengan melibatkan para seniman dari kabupaten ini. Pemerintah kabupaten memilih tarian ini sekaligus untuk mengenalkan kebudayaan daerah.

“Tarian ini adalah warisan budaya khas Kediri dan ini luar biasa. Pusat saja belum pernah menghadirkan seperti ini, tapi di Kabupaten Kediri mampu,” katanya ditemui dalam acara itu, Sabtu sore.

Ia mengatakan, kegiatan tari kolosal 1.000 barong itu memang sengaja dibuat. Bagi orang Jawa, kata-kata 1.000 penuh makna. Selain karena jumlah yang besar, angka 1.000 punya makna filosofi berarti menghargai orang lain.

Ia mencontohkan, bagi orang Jawa ketika memegang kepala orang lain akan minta izin “Nyuwun sewu”.

“Tulisan 1.000 ini besar, artinya banyak. Kami buat atraksi 1.000 barong, tapi sebenarnya yang menari lebih dari itu, bisa sampai 2.000 orang bahkan lebih,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan tari kolosal 1.000 barong ini memang menjadi agenda rutin selama kurun waktu beberapa tahun terakhir dalam kegiatan pekan budaya dan pariwisata di Kabupaten Kediri. Pemkab ingin melestarikan sekaligus mengenalkan kebudayaan kabupaten pada masyarakat luas.

Selain mengundang tamu dari sejumlah daerah di Indonesia, dalam kegiatan ini juga kedatangan tamu dari sejumlah negara. Mereka kebetulan sedang ada kegiatan, dan sengaja singgah untuk menonton acara tari kolosal 1.000 barong itu. Mereka pun menjadi tamu kehormatan pemkab.

Wabup pun berharap, kegiatan ini akan terus diselenggarakan, bahkan jumlah peserta juga akan bertambah setiap tahun. Ia pun ingin, dengan kegiatan itu kesenian dari Kabupaten Kediri akan tambah dikenal, hingga ke mancanegara.

Hal itu juga sebagai upaya mengenalkan tentang kesenian Panji yang berawal dari Kediri.

“Kami harapkan dengan kegiatan ini, anak-anak akan semakin mencintai seni daerah, khususnya Kediri. Dengan ini pula, pariwisata di daerah juga berkembang,” ujarnya.

Dalam acara pekan budaya dan pariwisata tersebut, pemkab juga mengundang seniman dari berbagai daerah. Mereka ikut menyumbangkan atraksinya, dengan ikut pentas dalam acara tersebut.

Beberapa daerah itu misalnya dari Ambon, Bontang, dan sejumlah daerah lainnya.

Wabup pun menambahkan, saat mengadakan kegiatan pekan budaya dan pariwisata, pemerintah kabupaten memang mengundang mereka. Hal yang sama juga dilakukan oleh daerah-daerah itu, dengan ikut mengundang Kabupaten Kediri untuk pentas.

“Kami selalu tukar budaya. Kalau kami ada kegiatan, kami pasti hadirkan, begitu juga jika mereka ada kegiatan, kami juga hadir. Itu saja kuncinya,” katanya.

Kegiatan pekan budaya dan pariwisata ini digelar 16-22 Juli 2017. Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan festival panji Nasional yang dipusatkan di kawasan SLG Kabupaten Kediri.

Sejumlah acara digelar memeriahkan kegiatan ini, seperti parade budaya dan pawai mobil hias, pameran pariwisata budaya dan UMKM, serta sejumlah acara lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebelum tari kolosal dimulai, sejumlah penari membawakan tarian tradisional. Temanya terkait dengan cerita Panji. Setelahnya, dilanjutkan dengan atraksi bersama, tari kolosal 1.000 barong. Seluruh seniman mengenakan barong lengkap dengan beragam aksesorinya.

Mereka juga menari bersama sesuai dengan lagu. Tarian mereka pun kompak dan selalu berbaris dengan rapi. Para seniman yang ikut, bukan hanya dari kalangan laki-laki, melainkan juga perempuan. Bahkan, beberapa di antara mereka ada yang masih anak-anak. Ribuan orang juga memadati kawasan SLG menonton kegiatan ini.

Sumber : ANTARANews.com