Festival Jazz Sanur menambah pesona Bali

Sanur-Mostly-JazzDenpasar – Musikus etnik Bali I Wayan Balawan mengatakan festival musik “Sanur Mostly Jazz” akan menambah pesona dan daya tarik Pulau Dewata sebagai daerah tujuan wisata andalan Indonesia.

“Bali itu kaya dan jazz akan menjadi daya tarik lain. Orang bisa melihat hiburan, budaya dan jazz semua dalam satu paket di Bali,” kata Balawan dalam “Sanur Mostly Jazz Festival” di Denpasar, Jumat.

Menurut musikus dari Desa Batuan, Gianyar itu festival jazz sangat cocok digelar di Sanur karena banyak dikunjungi wisatawan senior dari mancanegara yang berulang kali datang ke Bali ditambah suasana pantai sehingga menambah daya tarik pertunjukan musik itu.

Musikus yang memiliki grup musik “Batuan Ethnic Fusion” itu menambahkan festival tersebut diharapkan menjadi ajang bagi musisi muda karena panitia setempat memberikan ruang kepada pendatang baru.

“Ini sekaligus memberikan ruang bagi musisi muda untuk tampil,” ucapnya.

Balawan merupakan salah satu musikus yang mengisi “Sanur Mostly Jazz Festival” pada hari pertama pertunjukkan musik yang mengambil tempat di area pantai belakang Hotel Griya Santrian, Sanur, Jumat (14/7)

Ia menampilkan penampilan musik yang khas etnik budaya Bali dipadukan dengan jazz dengan gaya “touch tapping style” yakni teknik memainkan gitar “fretboard” ganda dengan cara menekan senar, tidak seperti memainkan gitar umumnya yakni dengan cara dipetik.

Selain Balawan, musikus lain yang tampil pada festival jazz pertama di Sanur itu juga menampilkan Koko Harsoe sebagai pembuka.

Gitaris grup musik Gigi yakni Dewa Budjana kemudian menghibur ratusan penonton dengan mempersembahkan alunan gitar dari album solonya “Zentuary” dan penampilan terakhir oleh Idang Rasjidi yang berkolaborasi dengan Nesia Ardi.

Festival Sanur Mostly Jazz tersebut menyedot perhatian ratusan penonton yang sebagian besar merupakan wisatawan mancanegara yang berlibur di Bali.

Pertunjukkan musik itu digelar 14-16 Juli 2017 dengan harga tiket mencapai Rp300 ribu per orang termasuk makan malam dan minum.

Khusus hari Minggu (16/7) tidak dikenakan biaya alias gratis saat pertunjukkan jazz “surya suwana” atau menyambut matahari terbit yang dibawakan oleh musisi Indra Lesmana.

Pelaku pariwisata sekaligus salah satu pemrakarsa festival Ida Bagus Gde Sidharta Putra mengatakan pertunjukkan musik itu menjadi pembuka ajang pariwisata tahunan “Sanur Village Festival” ke-12 yang digelar 9-13 Agustus 2017.

Festival jazz tersebut juga diharapkan menjadi agenda tahunan sehingga menambah daya tarik Bali khususnya Sanur sebagai destinasi wisata favorit dengan menunjukkan jazz sebagai agenda andalan.

“Kami harapkan ini akan meramaikan daya tarik pariwisata Bali dan membangkitkan seni dan bakat anak muda,” katanya.

Sumber : ANTARANews.com